40,000 people still waiting for help
PARIAMAN, KOMPAS. com - Sekitar 39.563 warga di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar) masih hidup dalam kondisi rentan terhadap dampak bencana gempa 7,9 SR diikuti tanah longsor yang melanda daerah itu 30 September silam.
“Kelompok warga yang hidup rentan pascabencana itu adalah wanita hamil, bayi dan anak balita (umur dibawah lima tahun),” kata Bupati Padang Pariaman, Muslim Kasim di Pariaman, Senin.
Ia merinci, jumlah wanita hamil yang hidup rentan sebanyak 6.524 orang terdiri dari 1.558 orang hingga kini masih menginap di tenda-tenda darurat dan 4.966 jiwa yang telah kembali ke rumahnya.
Kemudian, jumlah bayi yang hidup rentan sebanyak 7.311 jiwa terdiri dari 3.502 orang masih hidup di tenda-tenda darurat dan 3.809 orang telah bermukim kembali di dalam rumah.
Sedangkan balita yang hidup rentan pascabencana mencapai 33.529 orang, terdiri dari 13.700 orang masih tinggal di dalam tenda dan 19.429 orang telah kembali ke rumah.
Sekitar 39.563 orang warga itu rentan terhadap dampak lanjutan pascabencana terutama penyakit, apalagi kondisi di lokasi bencana sering turun hujan lebat sehingga pada malam hari suasana hawa sangat dingin.
Selain itu, mereka masih rentan terhadap trauma bencana apalagi reruntuhan puing-puing rumah di wilayahnya sebagian besar belum dibersihkan.
Gempa dan tanah longsor di Padang Pariaman menyebabkan 59.693 unit rumah warga rusak berat, sebagian besar diantaranya roboh rata dengan tanah, rusak sedang (16.525 unit) dan rusak ringan (15.148 unit).
Akibatnya puluhan ribu warga mengungsi di tenda-tenda darurat dan posko pengungsian yang dibangun sejumlah LSM dan di rumah-rumah darurat dari kayu yang dibangun pascagempa.
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/11/17/01595283/40.000.Warga.Korban.Bencana.Belum.Aman
